Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

TRIK JOKOWI MENGAKALI SUBSIDI UNTUK BALAS BUDI.

Masyarakat banyak yang terhipnotis dengan pemberitaan media propaganda milik timses Jokowi yang mengatakan bahwa biaya kampanye Jokowi didapat dari donasi masyarakat, padahal faktanya justru timses Jokowi yang menyawer masyarakat.

Gambar diatas mungkin tidak asing lagi bagi anda semua, dan saya yakin dalam hati anda juga akan mengakui bahwa anda pernah menerima uang atau bingkisan semacam itu saat kampanye pilpres 2014. Metode kampanye seperti itu dilakukan oleh timses Jokowi di berbagai daerah.

Kembali kepada masalah isu uang sumbangan yang diberikan masyarakat untuk membiayai kampanye Jokowi, kita bisa bertanya kepada orang2 disekitar kita, apakah diantara mereka ada yang pernah menyetorkan uang untuk biaya kampanye Jokowi..?? Mayoritas diantara mereka pasti akan berkata "TIDAK PERNAH..!!". Dari situ dapat kita tarik kesimpulan bahwa isu mengenai sumbangan masyarakat untuk membiayai kampanye Jokowi adalah sebuah KEBOHONGAN PUBLIK. Kalaupun ada, saya yakin jumlah masyarakat yang bersedia menyetorkan uang secara sukarela tidak lebih dar 0,1% dari jumlah populasi penduduk. Itulah trik ilusi politik yang digunakan oleh timses Jokowi untuk menutupi beberapa fakta.

Fakta yang kami maksud diatas adalah:

1. James Ryadi dan para Pengusaha di Rotary Club menggelontorkan dana lebih dari 3,5 Trilyun untuk membiayai kampanye Jokowi.


2. Anthoni Salim sang Kuasa Bisnis Bank Mega membiayai ratusan organisasi relawan Jokowi.

3. Timses Jokowi mendapat dana dari Bill Clinton dan Stanley Greenberg yang akhirnya dana tersebut digunakan untuk menyewa Arkansas Connection, yaitu sebuah lembaga pemenangan swasta yang berhasil mengantarkan Bill Clinton duduk di \



Melihat dari fakta diatas, terbukti bahwa para konglomerat di Rotary Club yang jumlahnya lebih dari 100 orang serta konglomerat asing telah mendanai kampanye Jokowi menuju kursi RI-1.

Apakah para cukong dan konglomerat tersebut dengan penuh kerelaan dalam membantu Jokowi..??

Tentu sebagai pebisnis, mereka menganggap kucuran dana kepada Jokowi adalah suatu bentuk investasi, sehingga mereka mengharapkan keuntungan yang besar atas investasi mereka selama membantu kampanye pemenangan Jokowi.

Lantas dengan cara apa Jokowi membalas budi kepada para cukong tersebut..?? Tidak lain dengan cara memberikan tender proyek pembangunan infrastruktur negara kepada perusahaan para cukong tersebut.

Mari kita tengok lagi rekam jejak Edward Soerjadjaja, dia adalah salah satu konglomerat yang berani mengakui bahwa dia telah mendukung pendanaan pasangan Jokowi - Ahok saat pigub 2012. Pada masa pemerintahan Jokowi - Ahok di DKI, Edward mendapatkan proyek MRT, Monorail. dll.

Saat Jokowi berhasil memenangi pilpres 2014, Jokowi kaget melihat APBN 2014-2015 dimana lumbung dana negara tidak cukup untuk merealisasikan berbagai proyek yng dijanjikan oleh Jokowi dimasa kampanye. Padahal konglomerat penyandang dana kampanye Jokowi telah menagih janji tender dari Jokowi.

Namun jelas tak dapat direalisasikan proyek2 Jokowi tanpa adanya anggaran.

Alih-alih mencari sumber pendanaan berbagai proyek yang dijanjikan kepada konglomerat tersebut, Jokowi malah berniat menghentikan susidi BBM dan mengalihkannya untuk menjalankan proyek2 tersebut.

Dengan begitu sama saja Jokowi menyuruh rakyat untuk membiayai proyek ambisius Jokowi.
Jokowi tega memeras keringat rakyatnya demi menuruti ambisinya.

Jadi secara garis besarnya, Inilah Cara jokowi bayar hutang kampanye kepada cukong :
  Menjalankan proyek pemerintahan dengan cara memberikan tender kepada perusahaan pemberi dana talangan saat kampanye.. Tapi berhubung anggaran sedang menipis, maka jokowi mengorbankan kepentingan rakyat dengan cara mencabut subsidi BBM..  Itulah kelicikan jokowi.. 

Makanya tim Jokowi giat menyebarkan propaganda pencabutan subsidi BBM dengan dalih pembangunan insfrastruktur..

Lawan kelicikan jokowi..!!







































  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar