Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Membangun Generasi Yang Unggul

Assalamu alaikum,

Banyak yang sudah siap menjadi suami, namun belum tentu siap menjadi seorang ayah.

Banyak pula yang sudah siap menjadi seorang istri, namun belum tentu siap menjadi seorang ibu.

Itulah sebabnya rentan terbangun sebuah generasi penerus yang berkualitas rendah, karena minimnya pembekalan ilmu bagi para remaja usia nikah.

Misalnya dari segi kesehatan, banyak para orangtua muda yang membiarkan anak2 mereka mengkonsumsi makanan instant yang tidak jelas mutu kesehatannya.

Tanpa disadari, akibat mengkonsumsi makanan yg tidak jelas mutu gizinya, berakibat pada penurunan daya kerja otak anak2, sehingga saat ini jarang ditemukan anak yang memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi.

Kita tidak menyadari bahwa saat ini ummat muslim sedang terancam program pengrusakan SDM yang dilancarkan oleh Zionisme Internasional, bukan hanya melalui peredaran narkoba, namun juga melalui pengadaan makanan berkualitas buruk (Junk Food).

Jika kita perhatikan, saat ini sangat banyak beredar makanan instant yang dicampur bahan pengawet yang berbahaya bagi kinerja otak manusia, misalnya nugget, sosis, susu kemasan, snack, minuman botol, softdrink, dll.

Hendaklah kita mengingat firman Allah dalam QS.Al-Baqarah yang artinya :

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rizki yang baik- baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah jika benar- benar hanya kepadaNya kamu menyembah.” (QS Al-Baqarah: 172).

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah syetan, karena syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah: 168).

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik (thayib) dari apa yang telah dirizkikan kepadamu dan bertaqwalah kepada Allah dan kamu beriman kepada-Nya” (QS.Al- Maidah : 88)

Jadi perlu kita ingat, bahwa kriteria makanan yang boleh dikonsumsi adalah yang HALAL sekaligus BAIK.

Semoga bermanfaat.

Assalamu alaikum.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menyadari Kedudukan Kita di Hadapan Allah.

Assalamu alaikum.

Allah itu Maha Mulia..
Tidak akan luntur kemuliaan Allah, meskipun semua manusia tidak menyembah-Nya.
Tapi apa jadinya kita manusia tanpa rahmat dari-Nya..?

Sahabatku, begitu banyak nikmat Allah yang telah kita rasakan.
Sampai Allah menanyakan kepada kita sebanyak 31x dalam QS.Arrahman, " Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban"

" Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?"

Mengapa Allah menanyakan hal tersebut kepada kita ?
Jawabannya adalah:
" Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai kurnia yang besar (yang diberikan-Nya) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya)" (QS. An-Naml [27] : 73)

" Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur."
( QS. As-Sajdah [32] : 9)

Tidak malu kah kita membacanya ?

Sahabatku, meskipun kita banyak melalaikan haq Allah atas diri kita, namun Allah tetap mengampuni kita, asalkan kita mau bertaubat dengan sungguh-sungguh.

"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." (QS. Al Baqarah: 222).

"Katakanlah: "Hai hamba- hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar:
53)

Sahabatku, janganlah kita menunda-nunda taubat, karena ajal tidak menunggu taubat kita.

 رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذۡ نَآ إِن نَّسِينَآ أَوۡ أَخۡطَأۡنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحۡمِلۡ عَلَيۡنَآ إِصۡرا كَمَا حَمَلۡتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلۡنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦۖ وَٱعۡفُ عَنَّا وَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَآۚ أَنتَ مَوۡلَىٰنَا فَٱنصُرۡنَا عَلَى ٱلۡقَوۡمِ ٱلۡكَٰفِرِينَ

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”  (QS Al-Baqarah: 286)

Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat ampunan dari Allah.

Barokallahu lana wa lakum.

Assalamu alaikum warrohmatullahi wabarokatuh.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mengambil Hikmah Puasa Ramadhan.



Assalamu Alaikum..
.
Sahabatku, salah satu hikmah yang bisa kita ambil dari pelaksanaan ibadah puasa adalah melatih kesabaran ketika menginginkan sesuatu yg belum halal untuk dinikmati.

Makan dan minum di siang hari tanpa udzur ketika bulan Ramadhan adalah haram.
Kalau kita sabar menahan lapar dan dahaga sampai waktu maghrib, maka Allah akan memberikan makan dan minum ketika berbuka.

Barang siapa menginginkan sesuatu dan kemudian bersabar serta tidak memaksakan diri untuk memilikinya disaat masih haram, maka Allah akan memberikan kepada kita ketika kita sudah halal untuk menikmatinya.
.
Semoga bermanfaat

Barokallahu lana wa lakum..

Assalamu alaikum warrohmatullahi wabarokatuh.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Keadilan

Assalamu alaikum.

Keadilan, adalah sebuah kebutuhan vital manusia sebagai makhluk sosial. Oleh sebab itu, Islam sebagai agama universal telah menjadikan keadilan sebagai pilar tegaknya syari'at.Seperti yang tertuang dalam Al-Qur'an:

"Wahai orang-orang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak kebenaran karena Allah, (ketika) menadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.berlaku adillah, karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Teliti apa yang kamu kerjakan." (QS.Al-maidah : 8)

"Sesungguhya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar Lagi Maha Melihat" (QS.An-Nisa : 58)


Keadilan yang dimaksud oleh ayat diatas tidak hanya berlaku dalam lingkup internal ummat, namun juga terhadap seluruh manusia dimuka bumi. Adapun keadilan tersebut mencakup dalam seluruh aspek kehidupan, antara lain:


1. Dalam Lingkup Tata Negara dan Pemerintahan.

Pada masa Khalifah Umar bin Khattab r.a., ada  Gubernur Mesir yang bernama Amr bin ‘Ash dan dia berniat untuk membangun sebuah masjid di samping istananya yang megah itu. Namun keinginannya itu terbentur dengan adanya lahan atau rumah yang harus digusur, dan rumah tersebut ternyata dimiliki oleh seorang Yahudi tua.

Gubernur Amr bin ‘Ash lalu memanggil orang Yahudi itu dan meminta agar dia mau menjual tanahnya. Akan tetapi orang Yahudi itu tidak berniat untuk menjual tanahnya. Kemudian gubernur Amr bin ‘Ash memberikan penawaran yang cukup tinggi dengan harga lima belas kali lipat dari harga pasaran, tetapi tetap saja orang Yahudi itu menolak untuk menjual tanahnya.
Gubernur Amr bin ‘Ash kesal dan akhirnya karena berbagai cara telah dilakukan dan hasilnya buntu, maka sang gubernur pun menggunakan kekuasaannya dengan memerintahkan bawahannya untuk menyiapkan surat pembongkaran dan akan menggusur paksa lahan tersebut. Sementara si Yahudi tua itu tidak bisa berbuat apa-apa selain menangis dan kemudian dia berniat untuk mengadukan kesewenang-wenangan gubernur Mesir itu pada Khalifah Umar bin Khattab.
Akhirnya orang Yahudi itu pergi ke Madinah untuk mengadu kepada Khalifah Umar bin Khattab, walaupun dengan menempuh perjalanan yang cukup panjang. Begitu tiba di Madinah, orang Yahudi itu merasa takjub, karena Khalifah Umar bin Khattab tidak memiliki istana yang megah seperti istananya Amr bin ‘Ash dan bahkan dia diterima Khalifah Umar bin Khattab hanya di halaman Masjid Nabawi di bawah naungan pohon kurma. Selain itu penampilan Khalifah Umar bin Khattab amat sederhana untuk ukuran pemimpin yang memiliki kekuasaan begitu luas.
“Ada keperluan apa kakek datang ke sini, jauh-jauh dari Mesir?” tanya Umar bin Khattab.
Setelah mengatur detak jantungnya karena berhadapan dengan seorang khalifah yang tinggi besar dan penuh wibawa, si kakek itu mengadukan kasusnya. Dia bercerita pula tentang bagaimana perjuangannya untuk memiliki rumah itu, di mana dia sejak muda bekerja keras sehingga dapat membeli sebidang tanah dan membuat gubuk di atas tanah tersebut.
“Akan tetapi, wahai Khalifah Umar, sungguh sangat menyedihkan. Harta satu-satunya yang aku miliki sekarang telah sirna, karena telah dirampas oleh Gubernur Amr bin ‘Ash”, kata orang Yahudi itu tanpa rasa takut.
Laporan tersebut membuat Khalifah Umar bin Khattab marah dan wajahnya menjadi merah padam. Setelah amarahnya mereda, kemudian orang Yahudi itu diminta untuk mengambil tulang belikat unta dari tempat sampah, lalu diserahkannya tulang itu kepada Khalifah Umar bin Khattab.
Khalifah Umar bin Khattab kemudian menggores tulang tersebut dengan huruf alif yang lurus dari atas ke bawah dan di tengah goresan itu ada lagi goresan melintang menggunakan ujung pedang, lalu tulang itu pun diserahkan kembali kepada orang Yahudi tersebut sambil berpesan: ”Bawalah tulang ini baik-baik ke Mesir dan berikanlah kepada Gubernur Amr bin ‘Ash”, jelas Khalifah Umar bin Khattab.
Si Yahudi itu kebingungan ketika diminta untuk membawa tulang yang telah digores dan memberikannya kepada Gubernur Amr bin ‘Ash. Gubernur Amr bin ‘Ash yang menerima tulang tersebut, langsung tubuhnya menggigil kedinginan serta wajahnya pucat pasi. Saat itu juga Gubernur Amr bin ‘Ash mengumpulkan rakyatnya untuk membongkar kembali masjid yang sedang dibangun dan membangun kembali gubuk yang reot milik orang Yahudi itu.
“Bongkar masjid itu!”, teriak Gubernur Amr bin Ash gemetar.
Orang Yahudi itu merasa heran dan tidak mengerti tingkah laku Gubernur. “Tunggu!” teriak orang Yahudi itu.
“Maaf Tuan, tolong jelaskan perkara pelik ini. Berasal dari apakah tulang itu? Apa keistimewaan tulang itu, sehingga Tuan berani memutuskan untuk membongkar begitu saja bangunan yang amat mahal ini. Sungguh saya tidak mengerti!”, kata orang Yahudi itu lagi.
Gubernur Amr bin Ash memegang pundak orang Yahudi itu sambil berkata: “Wahai kakek, tulang ini hanyalah tulang biasa dan baunya pun busuk.”
“Mengapa ini bisa terjadi. Aku hanya mencari keadilan di Madinah dan hanya mendapat sebongkah tulang yang busuk. Mengapa dari benda busuk tersebut itu gubernur menjadi ketakutan?” kata orang Yahudi itu.
“Tulang ini merupakan peringatan keras terhadap diriku dan tulang ini merupakan ancaman dari Khalifah Umar bin Khattab. Artinya, apa pun pangkat dan kekuasaanmu suatu saat kamu akan bernasib sama seperti tulang ini, karena itu bertindak adillah kamu seperti huruf alif yang lurus. Adil di atas dan adil di bawah. Sebab kalau kamu tidak bertindak adil dan lurus seperti goresan tulang ini, maka Khalifah tidak segan-segan untuk memenggal kepala saya”, jelas Gubernur Amr bin ‘Ash.
Orang Yahudi itu tunduk terharu dan terkesan dengan keadilan dalam Islam.
“Sungguh agung ajaran agama Tuan. Sungguh aku rela menyerahkan tanah dan gubuk itu. Bimbinglah aku dalam memahami ajaran Islam!”.
Akhirnya orang Yahudi itu mengikhlaskan tanahnya untuk pembangunan masjid dan dia sendiri langsung masuk agama Islam.
2. Keadilan Dalam Lingkup Kemasyarakatan.
Ali bin Abi Thalib merupakan Khalifah keempat yang meneruskan jejak pemerintahan Islam. Dia terkenal sebagai sosok yang cerdas dan mendapat gelar sebagai 'gerbang ilmu'.

Selain itu, keadilan Ali sebagai seorang Khalifah juga tidak kalah dengan keadilan para khalifah sebelumnya. Bahkan, dia pun mau menaati putusan hakim yang diangkatnya sendiri.

Pada suatu waktu, Ali mengenali sebuah baju zirah yang dibawa oleh seorang Nasrani. Ali yakin betul baju itu adalah miliknya yang telah lama hilang. Sehingga, Ali kemudian mencoba meminta baju zirah itu kepada si Nasrani.

Tetapi, si Nasrani itu tidak mau memberikan baju zirah tersebut dan berkukuh bahwa baju itu miliknya. Karena tidak menemukan titik temu, maka Ali mengajak menyelesaikan masalah itu di hadapan hakim.

Ketika sudah berada di hadapan hakim, yang saat itu dijabat oleh Syarah, Ali menjelaskan permasalahan yang terjadi. Kemudian, hakim itu bertanya kepada si Nasrani, "Apa pembelaanmu terhadap apa yang dikatakan oleh Amirul Mukminin?"

"Baju zirah ini milikku. Dia telah menuduhku. Seharusnya dia tidak berhak melakukan hal itu," ujar si Nasrani.

Kemudian, hakim itu kembali bertanya kepada Ali, "Apakah kau punya bukti bahwa itu adalah baju zirahmu?"

Ali pun menjawab, "Ya, kau benar. Aku tidak punya bukti kuat."

Sang hakim kemudian bertanya, "Apakah kau punya saksi yang bisa menguatkan tuduhanmu?" Ali pun berencana mengajukan putra, Hasan, untuk menjadi saksi.

"Dia tidak dapat menjadi saksi bagimu," ucap sang hakim.

Ali pun berusaha mendebat. "Bukankah kau Ingat sabda Rasulullah melalui Umar bahwa Hasan dan Husein adalah dua pemimpin ahli surga?" kata dia.

"Tetap saja dia tidak bisa bersaksi kepadamu," jawab sang hakim.

Syarih kemudian memutuskan baju zirah itu adalah milik si Nasrani. Mendengar putusan itu, si Nasrani gembira dan segera mengambil baju zirah itu untuk dibawanya pulang.

Belum jauh meninggalkan pengadilan, si Nasrani itu kemudian kembali lagi. "Aku bersaksi bahwa hukum seperti ini adalah hukum para nabi. Amirul Mukminin membawaku ke pengadilan yang hakimnya diangkatnya sendiri, tetapi ternyata keputusan yang diambil hakimnya merupakan keputusan yang justru memberatkan Amirul Mukminin. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusanNya. Hai Amirul Mukminin, baju zirah ini, demi Allah, adalah baju zirahmu. Aku telah mengambil beberapa barang dari kudamu ketika engkau pergi ke Shiffin," kata si Nasrani yang telah masuk Islam.

"Kau telah memeluk Islam. Baju zirah ini untukmu," kata Ali.

Meskipun Ali sendiri telah mengangkat hakim, dia sama sekali tidak mau mencampuri urusan pengadilan. Demikian juga Syarih, selaku hakim, dia memutus perkara tanpa memperhatikan siapa yang berperkara.
3. Dalam Lingkup Keluarga.
Suatu ketika ada seorang lelaki yang sudah suntuk dengan prilaku istrinya yang menurutnya sudah melampaui batas. Saking nggak kuatnya dia ingin meminta fatwa kepada Khalifah Umar r.a apa yang harus dia lakukan terhadap istrinya.
Ketika sampai di rumah sang khalifah, dia melihat istri Umar r.a sedang ngomel panjang pendek sementara Umar diam saja, meski sebenarnya dia bete juga.
Melihat raut muka sang pemimpin ummat tersebut, lelaki tadi mengurungkan niatnya untuk mengadu, tetapi belum sampai dia beranjak dari halaman, sang khalifah memanggilnya.
“Wahai kisanak, ada keperluan apa engkau kemari?”
Sang tamu menghentikan langkahnya dan kembali menemui Umar,
“Sebenarnya saya datang kemari karena hendak meminta fatwa terkait dengan prilaku istri saya, tetapi saya melihat anda sedang dimarahi istri maka saya mengurungkan niat saya”
“Memangnya apa yang telah dilakukan istrimu kepadamu?”
Kemudian dia menceritakan betapa buruknya perlakuan istrinya dan dia sudah merasa tidak kuat.
“Wahai saudaraku, (meski aku juga mengalami sepertimu tetapi) aku selalu berusaha bersabar atas perlakuannya. Karena ada banyak hak-hak istriku yang seharusnya menjadi kewajibanku. Dia telah menyiapkan makanan untukku, mencucikan bajuku dan juga menyusui anakku. Semua itu adalah bukan kewajibannya (karena seorang suami seharusnya membayar orang lain – pembantu - untuk mengerjakan semua itu – termasuk juga menyusui karena di zaman itu sudah lazim menyusukan anak kepada orang yang bisa di upah) – selain itu keberadaannya juga membuat hatiku tenang dan tidak terjerumus melakukan hal yang haram (zina).”
“Istriku juga demikian ….,” jawab orang tadi
“Sabarlah wahai saudaraku, semua ini hanya sebentar…”

Dari rangkaian kisah diatas, dapat kita tarik kesimpulan bahwa tingginya jabatan bukan menjadikan para khalifah menjadi arogan dan menjadikan rakyat dan keluarganya sebagai "sapi perahan". Dan tidak pula tingginya jabatan menjadikan para khulafaur rasyidin memperkaya diri, keluarga serta kroni-kroninya.

Beliau justru beranggapan bahwa jabatan yang diemban adalah amanah yang harus dijalankan.

Dalam Islam, tidak ada diskriminasi hukum, bahkan Rasulullah akan bertindak tegas terhadap keluarganya sendiri, seperti yang dilukiskan dalam hadits riwayat Aisyah ra.
"Bahwa orang-orang Quraisy sedang digelisahkan oleh perkara seorang wanita Makhzum yang mencuri. Mereka berkata: Siapakah yang berani membicarakan masalah ini kepada Rasulullah saw.? Mereka menjawab: Siapa lagi yang berani selain Usamah, pemuda kesayangan Rasulullah saw. Maka berbicaralah Usamah kepada Rasulullah saw. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: Apakah kamu meminta syafaat dalam hudud Allah? Kemudian beliau berdiri dan berpidato: Wahai manusia! Sesungguhnya yang membinasakan umat-umat sebelum kamu ialah, manakala seorang yang terhormat di antara mereka mencuri, maka mereka membiarkannya. Namun bila seorang yang lemah di antara mereka mencuri, maka mereka akan melaksanakan hukum hudud atas dirinya. Demi Allah, sekiranya Fatimah putri Muhammad mencuri, niscaya akan aku potong tangannya." (Shahih Muslim No.3196)

Demikianlah Islam mengajarkan kepada kita, bahwa keadilan itu mutlak ditegakkan tanpa ada diskriminasi.

Ittaqullaha innallaha khobiirum bimaa ta'maluun, wabillahi taufiq wal hidayah, assalamu alaikum warrohmatullahi wabarokatuh.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menempatkan Al-Qur'an Sesuai Dengan Fungsinya

Assalamu alaikum.

Al_Qur'an, bagi seluruh ummat muslim nama Al-Qur'an tidaklah asing. Kita mungkin sudah mengerti bahwa Al-Qur'an merupakan kumpulan firman dari Allah yang diturunkan melalui perantara malaikat Jibril kepada Rasulullah shallallahu alaihi wassalam untuk disampaikan kepada seluruh ummat manusia.

Kebanyakan ummat muslim hanya menganggap Al-Qur'an cuma sebagai kitab yang dibaca tulisan arabnya disaat-saat tertentu saja, misalnya ketika bulan suci Ramadhan, atau ketika malam Jum'at.

Makanya tidak heran jika dewasa ini banyak orang yang hafal sebagian ayatnya namun tidak mengerti makna dari ayat tersebut, sehingga muncullah fenomena yang menyedihkan dalam kehidupan ummat muslim saat ini, yaitu banyak yang mengaku muslim namun akhlaqnya jauh bertolak belakang dengan syari'at Islam.

"Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,"
(QS>Al-Baqarah :2)

" bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)"
(QS.Al-Baqarah : 185)

"Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar,"
(QS. Al-'Isra'  : 9)
Dari rangkaian terjemahan dalil diatas sudah jelas bagi kita bahwa fungsi utama Al-Qur'an adalah sebagai PETUNJUK bagi manusia agar terbangun menjadi figur yang berakhluaqul kariimah.

Rasulullah sebagai suri tauladan bagi ummat muslim telah mencontohkan kepada kita bagaimana menempatkan Al-Qur'an sesuai porsinya, yaitu menjadi pedoman hidup yang menghias akhlaq insan. Sesuai yang dijelaskan dalam hadits:

-Dari Sa’ad bin Hisyam bin ‘Amir, tentang firmanNya ‘Sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti agung’, dia berkata: ‘Aku bertanya kepada ‘Aisyah Radhiallahu ‘Anha: “Wahai Ummul Mu’minin, kabarkan kepada saya tentang akhlaq Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.” Beliau menjawab: “Apakah engkau membaca Al Quran?” Aku menjawab: “Tentu.” Dia berkata: “Sesungguhnya Akhlaq Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah Al Quran.”-
(HR. Al Hakim, katanya shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim, Al Mustadrak ‘Alash Shahihain, Juz. 9, Hal. 39, No hadits. 3801. Al Maktabah Asy Syamilah)

Agar dapat menempatkan Al-Qur'an sesuai fungsinya, maka yang harus kita lakukan adalah memahami isi kandungan Al-Qur'an kemudian mengaplikasikan kedalam kehidupan sehari-hari.

Dimulai dari surat pendek (juz amma), bertahap kita fahami maknanya, hingga ke level fiqh yang lebih spesifik lagi.

Apakah tidak aneh jika kita mengaku muslim namun begitu asing dengan Al-Qur'an  ?

Semoga artikel ini bisa menjadi motivasi bagi kita semua dalam upaya membangun kualitas diri di hadapan Allah.

Barokallahu lana wa lakum, billahi taufiq wal hidayah, assalamu alaikum warrohmatullahi wabarokatuh.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kenapa Masih Saja Percaya Dengan Cerita Takhayul ??

Assalamu alaikum.

Sahabat, Islam adalah agama yang berdasarkan ilmu pengetahuan, bahkan pada masa kejayaan Islam, tercatat banyak ilmuwan muslim yang berhasil mencapai berbagai kesuksesan diberbagai bidang disiplin ilmu melalui berbagai penemuan yang dijadikan referensi oleh ilmuwan modern. Mari kita perhatikan nama-nama ilmuwan muslim dibawah ini:

1. Abū Nasir Muhammad bin al-Farakh al-Fārābi (872-950) disingkat Al-Farabi adalah ilmuwan dan filsuf Islam yang berasal dari Farab, Kazakhstan. 

Ia juga dikenal dengan nama lain Abū Nasir al-Fārābi (dalam beberapa sumber ia dikenal sebagai Abu Nasr Muhammad Ibn Muhammad Ibn Tarkhan Ibn Uzalah Al- Farabi, juga dikenal di dunia barat sebagai Alpharabius, Al-Farabi, Farabi, dan Abunasir). 

Al Farabi dianggap sebagai salah satu pemikir terkemuka dari era abad pertengahan. 

Selama hidupnya al Farabi banyak berkarya. Jika ditinjau dari Ilmu Pengetahuan, karya-karya al- Farabi dapat ditinjau menjdi 6 bagian: 

  1. Logika
  2. Ilmu-ilmu Matematika
  3. Ilmu Alam
  4. Teologi
  5. Ilmu Politik dan kenegaraan
  6. Bunga rampai (Kutub Munawwa’ah).
Karyanya yang paling terkenal adalah Al-Madinah Al-Fadhilah (Kota atau Negara Utama) yang membahas tetang pencapaian kebahagian melalui kehidupan politik dan hubungan antara rejim yang paling baik menurut pemahaman Plato dengan hukum Ilahiah Islam. 

2. AL-BATANI 


Al Battani (sekitar 858-929) juga dikenal sebagai Albatenius adalah seorang ahli astronomi dan matematikawan dari Arab. Al Battani nama lengkap: Abū Abdullāh Muhammad ibn Jābir ibn Sinān ar-Raqqī al-Harrani as-Sabi al-Battānī), lahir di Harran dekat Urfa. 

Salah satu pencapaiannya yang terkenal dalam astronomi adalah tentang penentuan Tahun Matahari sebagai 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik. 

Al Battani juga menemukan sejumlah persamaan trigonometri:
Ia juga memecahkan persamaan sin x = a cos x dan menemukan rumus:
dan menggunakan gagasan al-Marwazi tentang tangen dalam mengembangkan persamaan-persamaan untuk menghitung tangencotangen dan menyusun tabel perhitungan tangen

Al Battani bekerja di Suriah, tepatnya di ar-Raqqah dan di Damaskus, yang juga merupakan tempat wafatnya. 


  
3. IBNU SINA 
Ibnu Sina (980-1037) dikenal juga sebagaiAvicenna di Dunia Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter kelahiran Persia (sekarang sudah menjadi bagian Uzbekistan). Ia juga seorang penulis yang produktif dimana sebagian besar karyanya adalah tentang filosofi dan pengobatan. Bagi banyak orang, beliau adalah Bapak Pengobatan Modern dan masih banyak lagi sebutan baginya yang kebanyakan bersangkutan dengan karya-karyanya di bidang kedokteran. Karyanya yang sangat terkenal Qanun fi Thib  merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad. 

Ibnu Sina bernama lengkap Abū ‘Alī al-Husayn bin ‘Abdullāh bin Sīnā lahir pada 980 di Afsyahnah daerah dekat Bukhara, sekarang wilayah Uzbekistan (kemudian Persia), dan meninggal pada bulan Juni 1037 di Hamadan, Persia (Iran). 

Dia adalah pengarang dari 450 buku pada beberapa pokok bahasan besar, banyak di antaranya memusatkan pada filosofi dan kedokteran. Dia dianggap oleh banyak orang sebagai Bapak Kedokteran Modern, George Sarton menyebut Ibnu Sina sebagai "Ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu yang paling terkenal pada semua bidang, tempat, dan waktu". Karyanya yang paling terkenal adalah The Book of Healing dan The Canon of Medicine, dikenal juga sebagai sebagai Qanun (judul lengkap: Al-Qanun fi At Tibb).

Karya
  1. Qanun fi Thib (Canon of Medicine/Aturan Pengobatan)
  2. Asy Syifa (terdiri dari 18 jilid berisi tentang berbagai macam ilmu pengetahuan)
  3. An Najat
http://en.wikipedia.org/wiki/Avicenna

  
4. IBNU BATUTAH 
Abu Abdullah Muhammad bin Battutah atau juga dieja Ibnu Batutah adalah seorang pengembara (penjelajah) Berber Maroko. 

Atas dorongan Sultan Maroko, Ibnu Batutah mendiktekan beberapa perjalanan pentingnya kepada seorang sarjana bernama Ibnu Juzay, yang ditemuinya ketika sedang berada di Iberia. Meskipun mengandung beberapa kisah fiksi, Rihlah merupakan catatan perjalanan dunia terlengkap yang berasal dari abad ke-14. 

Lahir di Tangier, Maroko antara tahun 1304 dan 1307, pada usia sekitar dua puluh tahun Ibnu Batutah berangkat haji - ziarah ke Mekah. Setelah selesai, dia melanjutkan perjalanannya hingga melintasi 120.000 kilometer sepanjang dunia Muslim (sekitar 44 negara modern). 

http://en.wikipedia.org/wiki/Ibn_Battuta

  
5. IBNU RUSYD 
Ibnu Rusyd (Ibnu Rushdi, Ibnu Rusyid, lahir tahun 1126 di Marrakesh Maroko, wafat tanggal 10 Desember 1198) juga dikenal sebagai Averroes, adalah seorang filsuf dari Spanyol (Andalusia). 

Ikhtisar 

Abu Walid Muhammad bin Rusyd lahir di Kordoba (Spanyol) pada tahun 520 Hijriah (1128 Masehi). Ayah dan kakek Ibnu Rusyd adalah hakim-hakim terkenal pada masanya. Ibnu Rusyd kecil sendiri adalah seorang anak yang mempunyai banyak minat dan talenta. Dia mendalami banyak ilmu, seperti kedokteran, hukum, matematika, dan filsafat. Ibnu Rusyd mendalami filsafat dari Abu Ja'far Harun dan Ibnu Baja. 

Ibnu Rusyd adalah seorang jenius yang berasal dari Andalusia dengan pengetahuan ensiklopedik. Masa hidupnya sebagian besar diberikan untuk mengabdi sebagai "Kadi" (hakim) dan fisikawan. Di dunia barat, Ibnu Rusyd dikenal sebagai Averroes dan komentator terbesar atas filsafat Aristoteles yang memengaruhi filsafat Kristen di abad pertengahan, termasuk pemikir semacam St. Thomas Aquinas. Banyak orang mendatangi Ibnu Rusyd untuk mengkonsultasikan masalah kedokteran dan masalah hukum. 
Pemikiran Ibnu Rusyd 

Karya-karya Ibnu Rusyd meliputi bidang filsafat, kedokteran dan fikih dalam bentuk karangan, ulasan, essai dan resume. Hampir semua karya-karya Ibnu Rusyd diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan Ibrani (Yahudi) sehingga kemungkinan besar karya-karya aslinya sudah tidak ada. 

Filsafat Ibnu Rusyd ada dua, yaitu filsafat Ibnu Rusyd seperti yang dipahami oleh orang Eropa pada abad pertengahan; dan filsafat Ibnu Rusyd tentang akidah dan sikap keberagamaannya.

Karya  
  • Bidayat Al-Mujtahid
  • Kulliyaat fi At-Tib (Kuliah Kedokteran)
  • Fasl Al-Maqal fi Ma Bain Al-Hikmat Wa Asy-Syari’at
http://en.wikipedia.org/wiki/Averroes

  
6. MUHAMMAD BIN MUSA AL-KHAWARIZMI
Muhammad bin Mūsā al-Khawārizmī adalah seorang ahli matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwārizm (sekarang Khiva, Uzbekistan) dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad. Hampir sepanjang hidupnya, ia bekerja sebagai dosen di Sekolah Kehormatan di Baghdad 

Buku pertamanya, al-Jabar, adalah buku pertama yang membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Sehingga ia disebut sebagai Bapak Aljabar. Translasi bahasa Latin dari Aritmatika beliau, yang memperkenalkan angka India, kemudian diperkenalkan sebagai Sistem Penomoran Posisi Desimal di dunia Barat pada abad ke 12. Ia merevisi dan menyesuaikan Geografi Ptolemeus sebaik mengerjakan tulisan-tulisan tentang astronomi dan astrologi. 

Kontribusi beliau tak hanya berdampak besar pada matematika, tapi juga dalam kebahasaan. Kata Aljabar berasal dari kata al-Jabr, satu dari dua operasi dalam matematika untuk menyelesaikan notasi kuadrat, yang tercantum dalam buku beliau. Kata logarisme dan logaritma diambil dari kata Algorismi, Latinisasi dari nama beliau. Nama beliau juga di serap dalam bahasa Spanyol Guarismo dan dalam bahasa Portugis, Algarismo yang berarti digit.

Biografi 

Sedikit yang dapat diketahui dari hidup beliau, bahkan lokasi tempat lahirnya sekalipun. Nama beliau mungkin berasal dari Khwarizm (Khiva) yang berada di Provinsi Khurasan pada masa kekuasaan Bani Abbasiyah (sekarang Xorazm, salah satu provinsi Uzbekistan). Gelar beliau adalah Abū ‘Abdu llāh atau Abū Ja’far. 

Sejarawan al-Tabari menamakan beliau Muhammad bin Musa al-Khwārizmī al-Majousi al-Katarbali. Sebutan al-Qutrubbulli mengindikasikan beliau berasal dari Qutrubbull, kota kecil dekat Baghdad. 

Dalam Kitāb al-Fihrist Ibnu al-Nadim, kita temukan sejarah singkat beliau, bersama dengan karya-karya tulis beliau. Al-Khawarizmi menekuni hampir seluruh pekerjaannya antara 813-833. setelah Islam masuk ke Persia, Baghdad menjadi pusat ilmu dan perdagangan, dan banyak pedagang dan ilmuwan dari Cina dan India berkelana ke kota ini, yang juga dilakukan beliau. Dia bekerja di Baghdad pada Sekolah Kehormatan yang didirikan oleh Khalifah Bani Abbasiyah Al-Ma'mun, tempat ia belajar ilmu alam dan matematika, termasuk mempelajari terjemahan manuskrip Sanskerta dan Yunani. 

Karya 

Karya terbesar beliau dalam matematika, astronomi, astrologi, geografi, kartografi, sebagai fondasi dan kemudian lebih inovatif dalam aljabar, trigonometri, dan pada bidang lain yang beliau tekuni. Pendekatan logika dan sistematis beliau dalam penyelesaian linear dan notasi kuadrat memberikan keakuratan dalam disiplin aljabar, nama yang diambil dari nama salah satu buku beliau pada tahun 830 M, al-Kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa'l-muqabala atau: "Buku Rangkuman untuk Kalkulasi dengan Melengkapakan dan Menyeimbangkan”, buku pertama beliau yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12. 

Pada buku beliau, Kalkulasi dengan angka Hindu, yang ditulis tahun 825, memprinsipkan kemampuan difusi angka India ke dalam perangkaan timur tengah dan kemudian Eropa. Buku beliau diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, Algoritmi de numero Indorum, menunjukkan kata algoritmi menjadi bahasa Latin. 

Beberapa kontribusi beliau berdasar pada Astronomi Persia dan Babilonia, angka India, dan sumber-sumber Yunani. 

Sistemasi dan koreksi beliau terhadap data Ptolemeus pada geografi adalah sebuah penghargaan untuk Afrika dan Timur Tengah. Buku besar beliau yang lain, Kitab surat al-ard ("Pemandangan Bumi";diterjemahkan oleh Geography), yang memperlihatkan koordinat dan lokasi dasar yang diketahui dunia, dengan berani mengevaluasi nilai panjang dari Laut Mediterania dan lokasi kota-kota di Asia dan Afrika yang sebelumnya diberikan oleh Ptolemeus. 

Ia kemudian mengepalai konstruksi peta dunia untuk Khalifah Al-Ma’mun dan berpartisipasi dalam proyek menentukan tata letak di Bumi, bersama dengan 70 ahli geografi lain untuk membuat peta yang kemudian disebut “ketahuilah dunia”. Ketika hasil kerjanya disalin dan ditransfer ke Eropa dan Bahasa Latin, menimbulkan dampak yang hebat pada kemajuan matematika dasar di Eropa. Ia juga menulis tentang astrolab dan sundial.

Kitab I - Aljabar 

Al-Kitāb al-mukhtaṣar fī ḥisāb al-jabr wa-l-muqābala (Kitab yang Merangkum Perhitungan Pelengkapan dan Penyeimbangan) adalah buku matematika yang ditulis pada tahun 830. Kitab ini merangkum definisi aljabar. Terjemahan ke dalam bahasa Latin dikenal sebagai Liber algebrae et almucabala oleh Robert dari Chester (Segovia, 1145) dan juga oleh Gerardus dari Cremona. 

Dalam kitab tersebut diberikan penyelesaian persamaan linear dan kuadrat dengan menyederhanakan persamaan menjadi salah satu dari enam bentuk standar (di sini b dan c adalahbilangan bulat positif)
dengan membagi koefisien dari kuadrat dan menggunakan dua operasi: al-jabr ( الجبر ) atau pemulihan atau pelengkapan) dan al-muqābala (penyetimbangan). Al-jabr adalah proses memindahkan unit negatif, akar dan kuadrat dari notasi dengan menggunakan nilai yang sama di kedua sisi. Contohnya, x^2 = 40x - 4x^2 disederhanakan menjadi 5x^2 = 40x. Al-muqābala adalah proses memberikan kuantitas dari tipe yang sama ke sisi notasi. Contohnya, x^2 + 14 = x + 5 disederhanakan ke x^2 + 9 = x.

Beberapa pengarang telah menerbitkan tulisan dengan nama Kitāb al-ǧabr wa-l-muqābala, termasuk Abū Ḥanīfa al-Dīnawarī, Abū Kāmil (Rasāla fi al-ǧabr wa-al-muqābala), Abū Muḥammad al-‘Adlī, Abū Yūsuf al-Miṣṣīṣī, Ibnu Turk, Sind bin ‘Alī, Sahl bin Bišr, dan Šarafaddīn al-Ṭūsī.

Kitab 2 - Dixit algorizmi 

Buku kedua besar beliau adalah tentang aritmatika, yang bertahan dalam Bahasa Latin, tapi hilang dari Bahasa Arab yang aslinya. Translasi dilakukan pada abad ke-12 oleh Adelard of Bath, yang juga menerjemahkan tabel astronomi pada 1126. 

Pada manuskrip Latin,biasanya tak bernama,tetapi umumnya dimulai dengan kata: Dixit algorizmi ("Seperti kata al-Khawārizmī"), atau Algoritmi de numero Indorum ("al-Kahwārizmī pada angka kesenian Hindu"), sebuah nama baru di berikan pada hasil kerja beliau oleh Baldassarre Boncompagni pada 1857. Kitab aslinya mungkin bernama Kitāb al-Jam’a wa-l-tafrīq bi-ḥisāb al-Hind ("Buku Penjumlahan dan Pengurangan berdasarkan Kalkulasi Hindu")

Kitab 3 - Rekonstruksi Planetarium 

Peta abad ke-15 berdasarkan Ptolemeus sebagai perbandingan. 

Buku ketiga beliau yang terkenal adalah Kitāb surat al-Ardh "Buku Pemandangan Dunia" atau "Kenampakan Bumi" diterjemahkan oleh Geography), yang selesai pada 833 adalah revisi dan penyempurnaan Geografi Ptolemeus, terdiri dari daftar 2402 koordinat dari kota-kota dan tempat geografis lainnya mengikuti perkembangan umum. 

Hanya ada satu kopi dari Kitāb ṣūrat al-Arḍ, yang tersimpan di Perpustakaan Universitas Strasbourg. Terjemahan Latinnya tersimpan di Biblioteca Nacional de España di Madrid. Judul lengkap buku beliau adalah Buku Pendekatan Tentang Dunia, dengan Kota-Kota, Gunung, Laut, Semua Pulau dan Sungai, ditulis oleh Abu Ja’far Muhammad bin Musa al-Khawarizmi berdasarkan pendalaman geografis yang ditulis oleh Ptolemeus dan Claudius

Buku ini dimulai dengan daftar bujur dan lintang, termasuk “Zona Cuaca”, yang menulis pengaruh lintang dan bujur terhadap cuaca. Oleh Paul Gallez, dikatakan bahwa ini sanagat bermanfaat untuk menentukan posisi kita dalam kondisi yang buruk untuk membuat pendekatan praktis. Baik dalam salinan Arab maupun Latin, tak ada yang tertinggal dari buku ini. Oleh karena itu, Hubert Daunicht merekonstruksi kembali peta tersebut dari daftar koordinat. Ia berusaha mencari pendekatan yang mirip dengan peta tersebut. 
Buku 4 - Astronomi 

Kampus Corpus Christi MS 283 

Buku Zīj al-sindhind (tabel astronomi) adalah karya yang terdiri dari 37 simbol pada kalkulasi kalender astronomi dan 116 tabel dengan kalenderial, astronomial dan data astrologial sebaik data yang diakui sekarang. 

Versi aslinya dalam Bahasa Arab (ditulis 820) hilang, tapi versi lain oleh astronomer Spanyol Maslama al-Majrīṭī (1000) tetap bertahan dalam bahasa Latin, yang diterjemahkan oleh Adelard of Bath (26 Januari 1126). Empat manuskrip lainnya dalam bahasa Latin tetap ada di Bibliothèque publique (Chartres), the Bibliothèque Mazarine (Paris), the Bibliotheca Nacional (Madrid) dan the Bodleian Library (Oxford). 
Buku 5 - Kalender Yahudi 

Al-Khawārizmī juga menulis tentang Penanggalan Yahudi (Risāla fi istikhrāj taʾrīkh al-yahūd "Petunjuk Penanggalan Yahudi"). Yang menerangkan 19-tahun siklus interkalasi, hukum yang mengatur pada hari apa dari suatu minggu bulan Tishrī dimulai; memperhitungkan interval antara Era Yahudi (penciptaan Adam) dan era Seleucid; dan memberikan hukum tentang bujur matahari dan bulan menggunakan Kalender Yahudi. Sama dengan yang ditemukan oleh al-Bīrūnī dan Maimonides. 
Karya lainnya 

Beberapa manuskrip Arab di BerlinIstanbulTashkentKairo dan Paris berisi pendekatan material yang berkemungkinan berasal dari al-Khawarizmī. Manuskrip di Istanbul berisi tentang sundial, yang disebut dalam Fihirst. Karya lain, seperti determinasi arah Mekkah adalah salah satu astronomi sferik. 

Dua karya berisi tentang pagi (Ma’rifat sa’at al-mashriq fī kull balad) dan determinasi azimut dari tinggi (Ma’rifat al-samt min qibal al-irtifā’). 

Beliau juga menulis 2 buku tentang penggunaan dan perakitan astrolab. Ibnu al-Nadim dalam Kitab al-Fihrist (sebuah indeks dari bahasa Arab) juga menyebutkan Kitāb ar-Ruḵāma(t) (buku sundial) dan Kitab al-Tarikh (buku sejarah) tapi 2 yang terakhir disebut telah hilang. 

Masih banyak lagi nama-nama ilmuwan muslim lainnya, mereka adalah sosok yang dijadikan panutan oleh berbagai ilmuwan non muslim abad modern. 

Para ilmuwan modern yang mayoritas beeragama non muslim justru begitu bersemangat menyibukkan diri untuk mendalami ilmu pengetahuan sehingga saat ini mereka mampu unggul dalam penguasaan teknologi.

Bandingkan dengan kondisi ummat muslim Indonesia saat ini, ketika negara lain sibuk membangun kapal induk, generasi muda Indonesia justru tengah sibuk dengan cerita-cerita mistik tentang kuntilanak, pocong, suster ngesot,dsb.

Ironis sekali jika negara lain sedang sibuk merancang reaktor nuklir untuk mensuplai kebutuhan energi listrik, sementara generasi muda muslim Indonesia malah tengah asyik bersemedi dikuburan keramat.

Sungguh miris rasanya hati ini melihat kenyataan pahit bahwa ummat muslim Indonesia tidak menyadari bahwa mereka sedang dibodohi oleh kaum zionis melalui tayangan-tayangan mistis, sehingga menggiring akal sehat kita dan mendorong kita untuk mengedepankan ilmu sihir, klenik, khurofat dan syirik dalam menyelesaikan permasalahan hidup.

Ummat muslim Indonesia tidak menyadari bahwa negara-negara kapitalis seperti Amerika Serikat, australia, Inggris, dll. sedang mempersiapkan sebuah skenario untuk menghancurkan Indonesia yg notabenenya sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Jadi, Apakah kita mesti tetap percaya kepada takhayul  ??

Semoga bermanfaat.

Wabillahi taufiq wal hidayah, wassalamu alaikum warrohmatullahi wabarokatuh.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Wahai muslimah, alangkah cantiknya parasmu dengan berhijab..!

Assalamu alaikum..

Jika masih ada seorang muslimah yang berpendapat bahwa hijab itu pakaian kuno dari padang pasir tandus di abad ke-6, berarti sosok tersebut belum mengerti perkembangan mode.
Padahal jika saja kita ingin membuka kembali proses sejarah mode dari awal penciptaan manusia, tentulah kita akan mendapati fakta yang cukup mengesankan. namun sebelumnya, marilah kita pahami bahwa pakaian adalah busana yang dikenakan untuk menutupi tubuh.

Pada masa Nabi Adam dan Hawa masih di syurga, beliau menggunakan daun sebagai penutup diri. Setelah diturunkan ke Bumi, beliau menggunakan kulit hewan sebagai pakaian, Dengan bahan yang terbuat dari kulit hewan, hanya sebagian tubuh saja yang dapat ditutupi, sebatas badan dan leher.

Sejarah kemudian mencatat pakaian pada masa Mesir Kuno, pada waktu itu sudah ditemukan kain, pola busana untuk wanita hanyalah kain panjang yang dililitkan menutupi bagian pinggang sampai ke kaki. sementara bagian dada hanya ditutupi dengan untaian kalung, sehingga hampir seluruh dada mereka dapat terlihat.

Pada masa Romawi Kuno, pakaian wanita sudah mulai tertutup. Pakaian wanita pada masa itu sudah seperti daster, namun masih lengan pendek dan tanpa ikat kepala. Kecuali kaum yahudi saat itu, wanita yahudi sudah mengenal tutup kepala berupa kain yang digerai menutupi sebagian kepala mereka.

Dan setelah Islam lahir di abad ke-6 M, Rasulullah mendapat wahyu berupa perintah kepada muslimah untuk merubah trend busana mereka dengan hijab.

"Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri istrimu, anak anak perempuanmu dan istri istri orang mukmin, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS. Al Ahzaab: 59).

Dalam ayat lain disebutkan:

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…” (QS.An-Nur:31).

Dalam Al-Hadits disebutkan:

Dari Abu Dawud, dari Aisyah berkata, bahwa Asma suatu kali mendatangi Rasulullah dengan mengenakan pakaian tipis lalu Rasulullah berkata kepadanya,”Wahai Asma’, wanita yang telah haid (maksudnya telah baligh), tidak boleh terlihat darinya kecuali ini, beliau mengisyaratkan ke mukanya dan telapak tangannya.” (HR.Abu Dawud no.4104)

Dari serangkaian dalil diatas dapat kita simpulkan bahwa melihat dari fungsi utama pakaian adalah untuk menutupi tubuh. Dari masa ke masa, perkembangan trend pakaian yang baik adalah yang semakin menutup tubuh secara sempurna. Dan menurut syari'at Islam, pakaian wanita haruslah memenuhi kriteria antara lain:


1.   Menutupi seluruh tubuh selain yang dikecualikan (yaitu wajah dan telapak tangan menurut pendapat yang terkuat, insyaallah, sedangkan menutupinya lebih utama.)
Hal ini telah jelas disebutkan dalam QS. An Nur ayat 31 dan Al Ahzab ayat 59.
2.   Bukan sebagai perhiasan.
" Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan JANGANLAH MENAMPAKKAN PERHIASANNYA, kecuali kepada suami mereka, atau bapak mereka, atau bapak suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-puteri suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, perempuan-perempuan (sesama Islam), hamba sahaya yang mereka miliki, pembantu laki-laki yang tidak mempunyai keinginan, anak-anak yang belum mengerti melihat aurat perempuan. Dan janganlah menghentakkan kakinya supaya diketahui perhiasan-perhisannya yang tersembunyi. Dan taubatlah kamu sekalian kepada Allah hai orang-orang yang beriman supaya memperoleh keberuntungan". [An-Nur : 31]
3.   Harus tebal, tidak tipis.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 
Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dansekian.” (HR. Muslim no. 2128)
4.   Harus longgar, tidak sempit.
5.   Tidak diberi wewangian atau parfum.
“Wanita mana saja yang memakai parfum, kemudian lewat suatu kaum agar mereka mendapati wanginya, maka dia adalah seorang wanita pezina!”  [HR. Abu Dawud: 4173,-Tirmidzi:2786]
6.   Tidak menyerupai pakaian laki-laki.

Dari Abu Hurairah, ia berkata, "Rasulullah SAW melanat orang laki-laki yang memakai pakaian wanita, dan wanita yang memakai pakaian laki-laki". [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 60, no. 4098].

7.   Tidak menyerupai pakaian wanita kafir.
“..dan barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka.” (HR. Ahmad no. 5114, 5115, dan 5667)
8.   Bukan sebagai pakaian untuk mencari popularitas (syuhroh)
Barangsiapa memakai pakaian syuhroh, niscaya Allah akan memakaikan kepadanya pakaian semisal pada hari kiamat” (HR. Abu Daud no. 4029 dan Ibnu Majah no. 360)

Jadi jika ada wanita yang mengenakan bikini didepan umum, maka sebenarnya dia sedang mengenakan trend zaman Nabi Adam.
 jika ada wanita yang mengenakan tanktop di muka umum maka sesungguhnya dia sedang menggunakan trend pakaian zaman Mesir Kuno.
Jadi jika ada wanita yang mengenakan pakaian tanpa hijab berartidia sedang mengenakan trend berpakaian zaman Romawi Kuno.

Semua pakaian tersebut adalah pakaian zaman jahiliyah, dan penggunanya adalah orang-orang jahiliyah meskipun hidup di zaman modern.

Semoga bermanfaat.

Assalamu alaikum warrohmatullahi wabarokatuh.


https://www.facebook.com/asyhaduamrin2

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS